Senin, 25 April 2016

BAB 2 DHCP (Dynamic Host Control Protocol )



BAB 2 DHCP (Dynamic Host Control Protocol )

1.1  Pengertian
Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan.
2.2  Cara Kerja
Cara kerja atau alur kerja dari DHCP adalah seperti berikut:
·         User atau cliet yang akan terhubung ke suatu jaringan computer tentunya membutukan IP address.
·         Untuk itu user atau cliet meminta IP kepada DHCP server
·         Kemudian DHCP server akan memberikan alokasi IP address yang tersedia dari range yang telah di konfigurasi di DHCP server itu sendiri
·         Jika alokasi IP address yang diminta oleh user/client sudah habis atau terpakai semua, maka user akan menunggu sampai alokasi IP address ada.
·         Biasanya kekurangan IP address bisa saja terjadi karena alokasi range IP yang di besikan sedikit.

2.3  Instalasi
1.      Konfigurasi installasi hanya menginstal paket DHCP server dengan cara mengetikan pada terminal Ubuntu #apt-get install isc-dhcp-server seperti gambar di bawah berikut ini beriku

2.4  Konfigurasi
1.      Konfigurasi pertama setelah melalukan proses instalasi adalah konfigurasi interface yang digunakan untuk memberikan layanan dhcp #nano /etc/default/isc-dhcp-server kemudian enter dan kita konfigurasi beberapa point dalam bagian ini, bisa dilihat seperti gambar di bawah ini

2.      Kemudian langkah selanjutnya kita mensetting Konfigurasi parameter layanan dhcp #nano /etc/dhcp/dhcpd.conf kemudian tekan enter dan kemudian akan masuk pada konfigurasi seperti di bawah ini.


3.      Setelah konfigurasi di keduanya maka selanjutnya kita melalukan restart pada DHCP Server nya dengan dengan mengetikan #/etc/init.d/isc-dhcp-server  restart seperti pada gamabar di bawah

4.      Setelah melakukn restart maka langkah-langkah untuk proses konfigurasi dhcp server sudah selesai.

2.5  Study Kasus
Pada study kasus kali ini kita memcoba untuk melakukan test DHCP pada user client, untuk mengecek apakah DHCP yang telah kita konfigurasi sudah berhasil atau belum. Pada sisi client dilakukan :
1.      Pada sisi client juga dilakukan beberapa konfigurasi yaitu mengobtain kan konfigurasi IP pada client yang akan dihubungkan dengan Dhcp Server dengan cara klick kanan pada network adapter è propertiesè IPv4èobtain IPèobtain DNSèOk. Sehingga  seperti pada gambar di bawah ini.

2.      Kemudian setelah di obtainkan maka selanjutnya lakukan disable dan enable pada network adapter virtualboxnya.

3.      Kemudian kita cek DHCP nya dengan cara klik kanan pada network adapter èstatus seperti pada gamabar di bawah.
Di bagian status ini kita sudah bisa melihan IP dhcp yang telah di dapat dari dhcp server diatas tertulis paramerer IP address yang di dapat yaitu 192.168.150, kenapa 150? Karna pada saat pensetingan di dhcp servernya range dari IP nya dalah sampai 192.168.100.200 jadi IP tersebut termasuk dalam range IP Dhcp server.

Kamis, 21 April 2016

Laporan Tubes ILJ Bab 1 DNS



BAB 1 DNS (Domain Name System )

1.1  Pengertian
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet
1.2  Cara Kerja
DNS akan menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.
1.3  Instalasi
1.      Instalasi yang di perlukan hanya menginstal bind9 dengan cara  #apt-get install bind9 seperti gambar di bawaah
Gambar di atas merupakan proses penginstallan dari Bind9.


1.4  Konfigurasi
1.      Mengkonfigurasi interfaces dengan cara mengetikan #nano /etc/network/interfaces è tekan enter è isikan address dan maks nya yang mengunakan IP 192.168.100.27 seperti gambar di bawah ini
2.      Konfigrusari kedua pengaturan forward dan reverse zone nya dengan cara mengetikan # nano /etc/bind/named.conf.default-zones, kemudian kita ubah pada bagian bawah filenya dan masukan domain yang kita inginkan yaitu “ILJ.com” pada forward zone. Atau bisa di lihat seperti gambar di bawah ini
3.      kita konvigurasi file db dari domainnya nya dengan cara mengetikan # nano /etc/bind/db.ILJ dan file db.192  ketikan file seperti di bawah ini
4.      cek konfigurasi named-checkconf,named-check-zone file forward an revers dan aktifkan layanan bind9 seperti gambar di bawah ini
5.      Lakukan restart pada bind9 dengan cara # /etc/init.d/bind9 restart seperti gamabar di bawah

1.5  Study Kasus
Pada study kasus kali ini kita mencoba mengakses domain- domain yang telah kita buat pada konfigurasi tadi dengan melakukan nslookup pada sisi client di Command prom.
1.      Nslookup ILJ.com sebagain domain utamanya
2.      Kemudian kita nslookup juga semua subdomain yang telah di buat. Maka hasinya aka seperti gamabar di bawah ini
3.      Setelah semua domain terdeteksi kemudian kita cek pula konektifitasnya dengan cara melakukan ping ke semua domain yang telah dibuat. Kita lakukan ping pada CMD juga, seperti pada gamabar di bawah ini
Demikian langkang-langkah konfigurasi DNS dan study kasus pada client.